Seleksi dan Perencanaan Proyek dalam Pembentukan Aplikasi Kepegawaian
Pemilihan Metodologi
Pada perealisasian proyek ini, kami memilih metodologi Waterfall Development yang mana tahapannya akan terlihat seperti pada gambar berikut
Pemilihan metodologi pada pembentukan Aplikasi Kepegawaian (SIMPEG) akan didasari dari Feasibility Study yang sebelumnya telah dilakukan. Sebagaimana yang tertera dalam Feasibility Study, proyek ini nantinya akan menggunakan teknologi yang sudah sering digunakan sebelumnya sehingga beberapa metodologi seperti System Prototyping dan Agile Development tidak cocok digunakan pada proyek ini.
User Requirement dan persyaratan dari proyek ini juga sudah cukup jelas diterangkan pada penjelasan Feasibility Study sehingga peluang dari berubahnya User Requirement dan persyaratan dari proyek ini terbilang cukup kecil. Dengan adanya hal tersebut, metode Iterative dan Throwaway Prototyping akan kurang maksimal jika diterapkan dalam proyek ini.
Proyek ini juga terbilang cukup kompleks dalam pengerjaannya dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk merealisasikan proyek ini. Oleh karena itu, metode yang paling cocok digunakan dalam proyek ini adalah metode Waterfall Development karena metode ini akan memberikan tahapan yang berurutan dan linear. Mulai dari perencanaan, analisis, desain, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan.
Pembuatan jadwal atau Perencanaan Kerja
Struktur rincian dan pembagian tanggung jawab kerja dalam perealisasian Sistem Aplikasi Kepegawaian akan disusun seperti tabel yang ada pada link berikut ini
https://docs.google.com/spreadsheets/d/1UwUCeyQaAf6diJP6dyxEfxWak-XEDFL-dfTp8zyL28o/edit?usp=sharing
Kedua tabel tersebutlah yang nantinya akan menjadi acuan dalam pelaksanaan perealisasian proyek Sistem Aplikasi Kepegawaian.
Pembentukkan Tim dan Penentuan Tanggung Jawab
Perencanaan Tim
Penugasan
Tim juga harus memastikan strategi-strategi ini agar project dapat terkoordinasi dengan baik
Menjelaskan rencana proyek dengan jelas
Memastikan tim memahami tujuan proyek bagi organisasi
Membuat prosedur operasi yang detail dan komunikasikan dengan jelas kepada setiap anggota tim
Membuat piagam proyek
Menjadwalkan tugas agar komitmen terpenuhi
Memperkirakan prioritas dan dampaknya pada proyek.
Standarisasi Kerja Tim
Analisis Manajemen Risiko
Risk Assessment
Risk #1 : Proyek pengembangan SIMPEG ini bukan hal yang baru, teknologi yang dipakai untuk mengembangkan SIMPEG telah digunakan berkali-kali. Sehingga masalah - masalah yang dihadapi ketika mengembangkan teknologi dapat diselesaikan dengan cepat. Karena teknologi yang dipakai telah dikenal oleh pengembang.
Likelihood of risk : Low probability of risk
Potential Impact on the project : Resiko ini kemungkinan kecil berpengaruh kepada pengembangan aplikasi. Ketika terjadi masalah, maka akan ada hambatan terhadap pengembangan aplikasi secara umum.
Ways to address this risk :
Perencanaan pengembangan proyek seperti perencanaan workflow, pembagian tugas, dan lain-lain dapat membantu mengecilkan kemungkinan terjadinya hambatan dalam pengembangan proyek. Oleh karena itu, perencanaan dan komunikasi antar pengembang sangat penting dalam pengembangan proyek ini.
Risk #2 : Metode Waterfall Development memerlukan banyak waktu untuk melakukan analisis, desain, dan pengujian sebelum proses implementasi dimulai. Hal ini dapat memperpanjang waktu pengembangan dan membuat proyek terlambat.
Likelihood of risk : Medium probability of risk
Ways to address this risk :
Untuk menghindari keterlambatan, proyek dapat dibagi menjadi fase yang lebih kecil dan mudah dikelola. Setiap fase dapat memiliki deadline masing - masing, memungkinkan kemajuan dapat dipantau secara lebih jelas.
Risk #3 : Metode Waterfall Development memiliki karakteristik yang berurutan dan linear, sehingga sulit untuk menyesuaikan dengan perubahan perencanaan yang terjadi selama proses pengembangan. Hal ini dapat menyebabkan masalah ketika perubahan harus dilakukan.
Likelihood of risk : Low probability of risk
Ways to address this risk :
Melakukan komunikasi yang efektif dengan pengembangan dan memastikan bahwa kebutuhan dan persyaratan pengguna sudah terdefinisikan dengan jelas sebelum memulai pengembangan. Sehingga tidak terjadi perubahan perencanaan yang dapat menghambat pengembangan proyek.
Comments
Post a Comment